Diare pada anak bukan hal baru. Diare nyaris pernah dialami oleh anak-anak di manapun. Saking biasa, penyakit ini kerap dianggap remeh. Padahal, seharusnya tidak boleh seperti itu.

Diare merupakan gangguan pada pencernaan yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja menjadi lembek atau cair. Biasanya diare diikuti dengan peningkatan frekuensi buang air besar menjadi lebih dari tiga kali dalam sehari.

Kalau dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, diare pada anak bisa berakibat fatal. Kematian bukan tak mungkin terjadi. Terbukti dari data World Health Organization (WHO) pada 2015. Mereka mencatat bahwa sembilan persen kematian anak di bawah lima tahun terjadi akibat penyakit diare.

Bahkan, hingga kini, kematian anak akibat diare masih tinggi. Per tahun diperkirakan ada sekitar 1,5 juta anak yang kehilangan nyawanya akibat diare. Melihat risiko tinggi diare pada anak, penting sekali untuk tahu penanganannya. Pertolongan pertama yang dilakukan menjadi krusial. Seperti apa langkahnya? Simak penjelasan berikut ini.

TERUS MEMBERI MAKAN DAN MINUM

Ketika anak menderita diare, jangan langsung panik. Tidak perlu juga terburu-buru pergi ke dokter. Diare pada anak bisa ditangani terlebih dulu dengan terus memberi anak makanan dan minuman. Ini penting supaya anak tetap terhidrasi dan memiliki asupan nutrisi.

Saat menderita diare, anak akan sering buang air besar. Hal itu bisa membuat anak kehilangan cairan dalam jumlah banyak. Inilah yang perlu diganti dengan air. Oleh sebab itu, usahakan untuk terus memberi minum kepada anak.

Namun, pemberian air saja tidak cukup. Air tidak mengandung garam dan elektrolit yang diperlukan oleh tubuh. Karena itu pemberian makanan juga diperlukan. Agar diare pada anak tidak semakin parah, usahakan terus memberinya makanan agar kadar elektrolit di tubuh terjaga. Usahakan beri makanan bernutrisi tinggi seperti sup untuk pemenuhan sodim dan jus untuk kebutuhan kalium.

Kalau anak yang mengalami diare masih menyusu, disarankan untuk memberi Air Susu Ibu (ASI). Diharapkan frekuensi pemberian ASI lebih banyak dibanding biasanya. Tujuannya untuk mengganti cairan yang hilang di tubuh anak akibat sering buang air besar.

Baca juga: Perlengkapan Bayi Baru Lahir Wajib Dimiliki

BERIKAN LARUTAN GULA GARAM

Diare pada anak bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan. Ini perlu diganti agar kondisi tubuh tidak semakin memburuk. Salah satu caranya orang tua bisa memberikan larutan air gula dan garam.

Untuk membuatnya sangat mudah. Larutkan enam sendok teh ke dalam satu liter air. Campur dengan setengah sendok teh garam. Setelah itu, berikan kepada anak untuk diminum.

Namun, perhatikan kondisi anak terlebih dulu. Kalau anak menderita diare dengan disertai muntah, pemberian larutan gula dan garam disarankan perlahan-lahan. Awali dengan satu sendok teh setiap lima menit. Setelah itu tambah jumlahnya perlahan-lahan. Tapi, kalau muntah sudah hilang, anak bisa diberi larutan gula dan garam tanpa batasan jumlah.

Selain memberikan larutan gula dan garam, orang tua bisa pula memberikan oralit yang sudah banyak tersedia di pasar. Oralit juga efektif sebagai langkah untuk penanganan pertama diare pada anak.

KAPAN HARUS KE DOKTER?

Diare pada anak memang bisa ditangani sendiri. Jika anak tetap mendapat masukan cairan dan nutrisi dengan pemberian larutan gula garam atau makanan serta minuman, tubuh bakal bisa memulihkan diri sendiri. Biasanya diare bakal hilang dengan sendirinya dalam seminggu.

Namun, ada kalanya anak sudah telanjur terkena dehidrasi yang merupakan komplikasi dari diare. Kalau itu terjadi, segeralah pergi ke dokter agar diare pada anak dapat ditangani lebih baik.

Adapun dehidrasi dapat ditandai oleh berbagai hal. Orang tua mesti bisa melihatnya seperti mulut anak yang kering, buang air kecil yang sedikit dengan warna urine yang gelap, hingga tubuh anak yang terlihat lemas.

Selain itu, jumlah air mata anak yang sedikit ketika menangis perlu diperhatikan.
Bersama dengan kulit kering dan ujung jari terasa dingin, hal tersebut bisa menjadi indikasi dehidrasi pada anak.

Siapa pun pasti tidak mau si kecil terkena diare. Namun, ada kalanya penyakit ini tidak bisa dihindari. Dalam kondisi itu, usahakan tetap tenang dan lakukan sejumlah langkah penanganan pertama diare pada anak.

Agar anak tetap sehat, pastikan kebersihan makanan hingga rumah. Sejumlah alat yang menunjang higienitas dan kesehatan anak bisa didapatkan melalui honestbee. Layanan ini praktis. Anda tidak perlu ke luar rumah untuk memperoleh produk yang diinginkan. Cukup pesan online dan honestbee bakal mengirimnya dengan cepat.

Belanja-Disini

 

2 thoughts on “Pertolongan Pertama Diare Pada Anak

Leave a Reply